Jumat, 26 Juli 2013

laporan praktikum achatina fulica

A.    Judul

Prilaku Hewan

                B.     Tujuan
           Mengetahui prilaku serta pergerakan Achatina fulica
                C.    Landasan Teori
Achatina merupakan hewan bertubuh lunak (Moluska) yang tidak memiliki tulang belakang. tubuhnya dilindungi oleh cangkang dari bahan kapur yang kuat dan didalmnya mengandung lapisan mutiara .Cangkang bekicot terpilin Spiral (Body whorl) dengan jumlah putaran tujuh ,bentuk cangkang Fusiform ,tidak memiliki tutup cangkang (Operculum) .warna cangkang coklat dengan pola-pola garis gelap di permukaan nya. Hewan Hermaphrodite tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina nya ,karena tiap Individu memproduksi Ova dan Sperma sekaligus. Sperma dari Tubuh bekicot tidak dapat dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri .Untuk pembuahan telur diperlukan adanya pertukaran sperma dengan bekicot lain melalui kegiatan Kopulasi .
Berikut adalah morfologi Achatian fulica :
1.                  Bagian Kepala (Caput) ,terdapat :
- Photoreseptor (Sepasang Tentakel yang panjang ,tegak ke atas), sebagai alt penerima rangsang cahaya karena memiliki Stigma ( mata di ujung tetakel,berbentuk bulat) dan Stylus (Tungkai tentakel) yang dapat dijulurkan dan ditarik.

- Khemoreseptor (Tentakel pendek ,sepasang ,mengarah ke bawah ) sebagi alat penerima sensor kimiawi sekaligus sebagai alat peraba
- Rima Oris (Celah mulut) ,tepinya bergigi halus (Radula) .untuk membuktikannya ,perlu mulutnya diraba dengan ujung jari.
2.                  Kaki perut (Gastropodos) ,lebar dan pipih ,sebagai alt gerak ,memiliki banyak kelenjar penghasil mucus (Lendir).bagian Muskuler ini dapat di Konsumsi.
3.                  Anus (Muara saluran cerna ) .nampak jelas
di Porus Genitalis (Muara organ genitalia) ,terletak di bagian Photoreseptor ,berfungsi untuk lewatnya penis pada saat Kopulasi .
D. Alat dan Bahan
1.   Alat
a.       Achatina fulica
b.      Cat
2.   Bahan
a.          Pasak kayu diberi bendera plastik
b.         Spidol
c.          Meteran
d.         Senter
e.          Jas hujan
f.          Higrometer
g.         Jam
              E.    Prosedur Kerja
1.      Memberi label pada plastik yang telah di pasang pada pahatan kayu
2.      Memberi nomor pada Achatina fulica
3.      Memasangkan pahatan kay yang telah diberi label pada tempat ( lahan yang akan di simpan Achatina fulica)
4.      Memebiarakan Achatina fulica bergerak bebas selama 24 jam
5.      Setiap jam dicatat prilaku yang ditunjukan Achatina fulica
6.      Setiap pergerakan Achatina fulica bendera ikut di pindahkan agar dapat dicatat berapakah jarak yang dtempuh oleh Achatina fulica
7.      Catat prilaku yang sedang dilakukan
8.      Menggambar peta pergerakan Achatina fulica
     F. Hasil Pengamatan

       




 




G.     Pembahasan
Bekicot tercakup di dalam sub clasiss pulmonata dari clasiss gastropoda yang merupakan kelompok mollusca yang sangat besar. Siput darat berbeda dengan gastropoda lainnya, pertama, dalam hal pernapasan, ia sudah tidak memiliki ctenidia, yaitu semacam insang dan fungsinya telah diganti oleh bagian pillium yang tipis dan kaya dengan pembuluh pembuluh kapiler-kapiler darah, kedua mengenai system nervosium, ganglia yang utama terkumpul membentuk bangunan serupa cincin mengelilingi esgophagus, tanpa jaringan pengikat di dalamnya. Bentuk cangkang siput pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde. Puncak kerucut merupakan bagian yang tertua, disebut apex. Sumbu kerucut disebut columella. Gelung terbesar disebut body whorl dan gelung kecil-kecil di atasnya disebut spire. Di antara bibir dalam dan gelung terbesar terdapat umbilicus, yaitu ujung culumella yang berupa celah sempit sampai lebar dan dalam. Apabila umbilicus tertutup, maka cangkang disebut imperforate.
Bekicot termasuk keong darat yang pada umumnya mempunyai kebiasaan hidup di tempat lembab dan aktif di malam hari (nocturnal). Sifat nocturnal bekicot bukan semata-mata ditentukan oleh factor gelap di waktu malam tetapi ditentukan oleh factor suhu dan kelembaban lingkungannya. Di waktu siang setelah hujan, banyak ditemukan bekicot berkeliaran dimana-mana.
Bekicot termasuk golongan mollusca karena memiliki badan lunak dan coelom tanpa segmen. Badan ditutup oleh cangkang, panjang sekitar 90 mm. ciri-ciri umumnya yakni memiliki sel-sel kemoreseptor yang terletak pada ujung tentakel okuler dan juga memiliki reseptor cahaya berupa ocelli. Menurut hasil penelitian Issogianti dengan menggunakan SEM, tentakel okuler bekicot mempunyai susunan serupa dengan tentakel Helix pomatia maupun Helix aspersa.
Bekicot dapat hidup normal sampai umur 3 tahun. Bekicot senang berada di tempat yang lembab dan banyak terdapat sampah. Hewan ini memakan berbagai tanaman budidaya, oleh karena itu bekicot termasuk salah satu hama tanaman. Lebih lanjut dijelaskan bahwa bekicot sebagai hewan yang rakus, cepat berkembang biak, dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Bekicot memiliki toleransi yang luas terhadap berbagai macam makanan. Bahkan dikatakan bahwa bekicot tahan terhadap persediaan makanan yang terbatas. Bekicot tidak tahan terhadap sinar matahari langsung. Kondisi lingkungan optimal untuk hidupnya adalah di daerah tropis basah. Suhu minimal letal adalah 45 ˚F atau 7,22 ˚C dan bekicot senang di daerah yang mempunyai pH antara 7-8. Selain itu, di lingkungan yang berkapur mempunyai korelasi yang positif dengan banyaknya populasi bekicot. Hewan Hermaphrodite tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina nya ,karena tiap Individu memproduksi Ova dan Sperma sekaligus. Sperma dari Tubuh bekicot tidak dapat dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri .Untuk pembuahan telur diperlukan adanya pertukaran sperma dengan bekicot lain melalui kegiatan Kopulasi .
Berdasarakan peta pergerakan diatas, maka ketika suhu lingkungan rendah dan kelebaban tinggi maka pergerakan Achatina fulica bergerak lebih jauh dibandingkan saat suhunya tingi. Tercatat prilakunya ada yang diam, mau dan bereproduksi, pada saat diam kebanyakan bila di lihat pada kondisi lingkungan  ketika itu besuhu tingi, maka hewan tersebut diam. Tapi pada saat pergerakan maju kebanykan pada saat suhu rendah kelembaban tnggi. Hal ini menunjukan suatu prilaku dasar naluriah yang dimiliki oleh hewan tersebut.

 H.    Kesimpulan
Hewan spesies Achatina fulica aka bergerak cepat bila kdeadaan lingkungan besuhu rendah dan memiliki kelembaban tinggi, hal ini dikarenakan juga Achatina fulica suka dengna cuaca yang lembab.
Hewan jenis ini merupakan hewan hermafrodit, untuk dapat bereproduksi selalu melakukan koulasi.





                                                 Daftar Pustaka

Anonim. (2011). Bekicot. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Bekicot.[ 13 januari 2013].

Anonim. (2011). Mengenal bekicot achatina fulica. [online]. Tersdia : http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com/2011/01/mengenal-bekicot-acatina-fulica.html. .[ 13 januari 2013].

Ulysitompul. (2011). Achatina fulica . [online]. Terseddia : http://ulysitompul.blogspot.com/2011/07/achatina-fulica-bekicot.html.[13 jnuari 2013].


Bila sobat blogger ingin meligat artikel lainnya, sialhakn kunjungi blog saya.
Description: laporan praktikum achatina fulica Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: laporan praktikum achatina fulica

0 komentar:

Poskan Komentar

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogger news

Attention...!!!

Ada yang baru nih... Apa..?
View this Status Via SM

Blogger templates

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Best Partner

Sumber : http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com

Copyright © 2012. Hidup Untuk Belajar - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz