Tampilkan postingan dengan label Ekologi Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekologi Hewan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

Difusi

By Unknown | At 10/05/2013 05:22:00 PM | Label : | 0 Comments
DIFUSI
A.      Tujuan Praktikum
Membandingkan kecepatan difusi CuSO4 pada berbagai berat.
B.       Landasan Teori
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana, difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein, dan difusi difasilitasi
Difusi melalui membran berlangsung karena molekul-molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya.
Description: Difusi Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Difusi

Jumat, 26 Juli 2013

laporan praktikum achatina fulica

By Unknown | At 7/26/2013 09:37:00 AM | Label : , | 0 Comments

A.    Judul

Prilaku Hewan

                B.     Tujuan
           Mengetahui prilaku serta pergerakan Achatina fulica
                C.    Landasan Teori
Achatina merupakan hewan bertubuh lunak (Moluska) yang tidak memiliki tulang belakang. tubuhnya dilindungi oleh cangkang dari bahan kapur yang kuat dan didalmnya mengandung lapisan mutiara .Cangkang bekicot terpilin Spiral (Body whorl) dengan jumlah putaran tujuh ,bentuk cangkang Fusiform ,tidak memiliki tutup cangkang (Operculum) .warna cangkang coklat dengan pola-pola garis gelap di permukaan nya. Hewan Hermaphrodite tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina nya ,karena tiap Individu memproduksi Ova dan Sperma sekaligus. Sperma dari Tubuh bekicot tidak dapat dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri .Untuk pembuahan telur diperlukan adanya pertukaran sperma dengan bekicot lain melalui kegiatan Kopulasi .
Berikut adalah morfologi Achatian fulica :
1.                  Bagian Kepala (Caput) ,terdapat :
- Photoreseptor (Sepasang Tentakel yang panjang ,tegak ke atas), sebagai alt penerima rangsang cahaya karena memiliki Stigma ( mata di ujung tetakel,berbentuk bulat) dan Stylus (Tungkai tentakel) yang dapat dijulurkan dan ditarik.

- Khemoreseptor (Tentakel pendek ,sepasang ,mengarah ke bawah ) sebagi alat penerima sensor kimiawi sekaligus sebagai alat peraba
- Rima Oris (Celah mulut) ,tepinya bergigi halus (Radula) .untuk membuktikannya ,perlu mulutnya diraba dengan ujung jari.
2.                  Kaki perut (Gastropodos) ,lebar dan pipih ,sebagai alt gerak ,memiliki banyak kelenjar penghasil mucus (Lendir).bagian Muskuler ini dapat di Konsumsi.
3.                  Anus (Muara saluran cerna ) .nampak jelas
di Porus Genitalis (Muara organ genitalia) ,terletak di bagian Photoreseptor ,berfungsi untuk lewatnya penis pada saat Kopulasi .
D. Alat dan Bahan
1.   Alat
a.       Achatina fulica
b.      Cat
2.   Bahan
a.          Pasak kayu diberi bendera plastik
b.         Spidol
c.          Meteran
d.         Senter
e.          Jas hujan
f.          Higrometer
g.         Jam
              E.    Prosedur Kerja
1.      Memberi label pada plastik yang telah di pasang pada pahatan kayu
2.      Memberi nomor pada Achatina fulica
3.      Memasangkan pahatan kay yang telah diberi label pada tempat ( lahan yang akan di simpan Achatina fulica)
4.      Memebiarakan Achatina fulica bergerak bebas selama 24 jam
5.      Setiap jam dicatat prilaku yang ditunjukan Achatina fulica
6.      Setiap pergerakan Achatina fulica bendera ikut di pindahkan agar dapat dicatat berapakah jarak yang dtempuh oleh Achatina fulica
7.      Catat prilaku yang sedang dilakukan
8.      Menggambar peta pergerakan Achatina fulica
     F. Hasil Pengamatan

       




 




G.     Pembahasan
Bekicot tercakup di dalam sub clasiss pulmonata dari clasiss gastropoda yang merupakan kelompok mollusca yang sangat besar. Siput darat berbeda dengan gastropoda lainnya, pertama, dalam hal pernapasan, ia sudah tidak memiliki ctenidia, yaitu semacam insang dan fungsinya telah diganti oleh bagian pillium yang tipis dan kaya dengan pembuluh pembuluh kapiler-kapiler darah, kedua mengenai system nervosium, ganglia yang utama terkumpul membentuk bangunan serupa cincin mengelilingi esgophagus, tanpa jaringan pengikat di dalamnya. Bentuk cangkang siput pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde. Puncak kerucut merupakan bagian yang tertua, disebut apex. Sumbu kerucut disebut columella. Gelung terbesar disebut body whorl dan gelung kecil-kecil di atasnya disebut spire. Di antara bibir dalam dan gelung terbesar terdapat umbilicus, yaitu ujung culumella yang berupa celah sempit sampai lebar dan dalam. Apabila umbilicus tertutup, maka cangkang disebut imperforate.
Bekicot termasuk keong darat yang pada umumnya mempunyai kebiasaan hidup di tempat lembab dan aktif di malam hari (nocturnal). Sifat nocturnal bekicot bukan semata-mata ditentukan oleh factor gelap di waktu malam tetapi ditentukan oleh factor suhu dan kelembaban lingkungannya. Di waktu siang setelah hujan, banyak ditemukan bekicot berkeliaran dimana-mana.
Bekicot termasuk golongan mollusca karena memiliki badan lunak dan coelom tanpa segmen. Badan ditutup oleh cangkang, panjang sekitar 90 mm. ciri-ciri umumnya yakni memiliki sel-sel kemoreseptor yang terletak pada ujung tentakel okuler dan juga memiliki reseptor cahaya berupa ocelli. Menurut hasil penelitian Issogianti dengan menggunakan SEM, tentakel okuler bekicot mempunyai susunan serupa dengan tentakel Helix pomatia maupun Helix aspersa.
Bekicot dapat hidup normal sampai umur 3 tahun. Bekicot senang berada di tempat yang lembab dan banyak terdapat sampah. Hewan ini memakan berbagai tanaman budidaya, oleh karena itu bekicot termasuk salah satu hama tanaman. Lebih lanjut dijelaskan bahwa bekicot sebagai hewan yang rakus, cepat berkembang biak, dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Bekicot memiliki toleransi yang luas terhadap berbagai macam makanan. Bahkan dikatakan bahwa bekicot tahan terhadap persediaan makanan yang terbatas. Bekicot tidak tahan terhadap sinar matahari langsung. Kondisi lingkungan optimal untuk hidupnya adalah di daerah tropis basah. Suhu minimal letal adalah 45 ˚F atau 7,22 ˚C dan bekicot senang di daerah yang mempunyai pH antara 7-8. Selain itu, di lingkungan yang berkapur mempunyai korelasi yang positif dengan banyaknya populasi bekicot. Hewan Hermaphrodite tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina nya ,karena tiap Individu memproduksi Ova dan Sperma sekaligus. Sperma dari Tubuh bekicot tidak dapat dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri .Untuk pembuahan telur diperlukan adanya pertukaran sperma dengan bekicot lain melalui kegiatan Kopulasi .
Berdasarakan peta pergerakan diatas, maka ketika suhu lingkungan rendah dan kelebaban tinggi maka pergerakan Achatina fulica bergerak lebih jauh dibandingkan saat suhunya tingi. Tercatat prilakunya ada yang diam, mau dan bereproduksi, pada saat diam kebanyakan bila di lihat pada kondisi lingkungan  ketika itu besuhu tingi, maka hewan tersebut diam. Tapi pada saat pergerakan maju kebanykan pada saat suhu rendah kelembaban tnggi. Hal ini menunjukan suatu prilaku dasar naluriah yang dimiliki oleh hewan tersebut.

 H.    Kesimpulan
Hewan spesies Achatina fulica aka bergerak cepat bila kdeadaan lingkungan besuhu rendah dan memiliki kelembaban tinggi, hal ini dikarenakan juga Achatina fulica suka dengna cuaca yang lembab.
Hewan jenis ini merupakan hewan hermafrodit, untuk dapat bereproduksi selalu melakukan koulasi.





                                                 Daftar Pustaka

Anonim. (2011). Bekicot. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Bekicot.[ 13 januari 2013].

Anonim. (2011). Mengenal bekicot achatina fulica. [online]. Tersdia : http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com/2011/01/mengenal-bekicot-acatina-fulica.html. .[ 13 januari 2013].

Ulysitompul. (2011). Achatina fulica . [online]. Terseddia : http://ulysitompul.blogspot.com/2011/07/achatina-fulica-bekicot.html.[13 jnuari 2013].


Bila sobat blogger ingin meligat artikel lainnya, sialhakn kunjungi blog saya.
Description: laporan praktikum achatina fulica Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: laporan praktikum achatina fulica

Minggu, 20 Januari 2013

LAPORAN PRAKTIKUM MENGHITUNG KERAPATAN POPULASI HEWAN TERBANG

By Unknown | At 1/20/2013 11:23:00 PM | Label : , | 0 Comments


MENGHITUNG KERAPATAN POPULASI  HEWAN TERBANG

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Praktikum Ekologi Hewan
                                                          

                                                 

                                                                      penulis : 

Ferry Dwi Restu Hendra        


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012
A.  Tujuan
Mengetahui kerapatan populasi hewan terbang
B.  Landasan Teori   
Menghitung populasi hewan terbang, seperti burung, kelelawar dapat dihitung dengan satuan waktu dengan metoda Calendar atau metoda menghitung langsung, sedangkan capung, belalang dll, dapat dilakukan dengan metoda capture recapture (menandai dan menangkap kembali).
Capung merupakan hewan yang akan kami jadikan objek dalam praktikum populas hewan terbang dengan metoda capture recapture (menandai dan menangkap kembali).
Kepadatan populasi satu jenis atau kelompok hewan dapat dinyatakan dalam dalam bentuk jumlah atau biomassa per unit, atau persatuan luas atau persatuan volume atau persatuan penangkapan. Kepadatan pupolasi sangat penting diukur untuk menghitung produktifitas, tetapi untuk membandingkan suatu komunitas dengan komnitas lainnya parameter ini tidak begitu tepat. Untuk itu biasa digunakan kepadatan relatif. Kepadatan relatif dapat dihitung dengan membandingkan kepadatan suatu jenis dengan kepadatan semua jenis yang terdapat dalam unit tersebut. Kepadatan relatif biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (Soegianto. 1994).
Populasi ditafsirkan sebagai kumpulan kelompok makhluk yang sama jenis (atau kelompok lain yang individunya mampu bertukar informasi genetik) yang mendiami suatu ruangan khusus, yang memiliki berbagai karakteristik yang walaupun paling baik digambarkan secara statistik, unik sebagai milik kelompok dan bukan karakteristik individu dalam kelompok itu (Soegianto. 1994).
Tingkat pertumbuhan populasi yaitu sebagai hasil akhir dari kelahiran dan kematian, juga mempengaruhi struktur umur dan populasi Suatu populasi dapat juga ditafsirkan sabagai suatu kelompok yang sama. Suatu populasi dapat pula ditafsirkan sebagai suatu kolompok makhuk yang sama spesiesnya dan mendiami suatu ruang khusus pada waktu yang khusus. Populasi memiliki beberapa karakteristik berupa pengukuran statistik yang tidak dapat diterapkan pada individu anggota populasi. Karakteristik dasar populasi adalah besar populasi atau kerapatan (Tarumingkeng. 1994).
Metode MMM, merupakan metode yang sudah populer digunakan untuk menduga ukuran populasi dari suatu spesies hewan yang bergerak cepat, seperti ikan, burung atau mamalia kecil. Metode ini dikenal ,juga sebagai metode Lincoln-Peterson berdasarkan nama penemunya.
Metode ini pada dasarnya adalah menangkap sejumlah individu dari suatu populasi hewan yang akan dipelajari. Individu yang ditangkap itu diberi tanda dengan tanda yang mudah dibaca atau diidentikasi, kemudian dilepaskan kembali dalam periode waktu yang pendek (umumnya satu hari). Setelah beberapa hari (satu atau dua minggu), dilakukan pengambilan (penangkapan) kedua terhadap sejumlah individu dari populasi yang sama. Dari penangkapan kedua ini, lalu diidentikasi individu yang bertanda yang berasal dari hasil penangkapan pertama dan individu yang tidak bertanda dari hasil penangkapan kedua.
Adapun cara menandai hewan bermacam-macam, tergantung spesies hewan yang diteliti, habitatnya (daratan, perairan), lama periode pengamatan, dan tujuan studi. Namun, dalam cara apapun yang digunakan, perlu diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
Description: LAPORAN PRAKTIKUM MENGHITUNG KERAPATAN POPULASI HEWAN TERBANG Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: LAPORAN PRAKTIKUM MENGHITUNG KERAPATAN POPULASI HEWAN TERBANG

KERAPATAN POPULASI hewan tanah

By Unknown | At 1/20/2013 11:23:00 PM | Label : , | 0 Comments


KERAPATAN POPULASI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Praktikum Ekologi Hewan




KELOMPOK 8
KELAS 3B
Risa cucu cintawati                             102154051
                                           Usep supriadi                                      102154052
                                        Ferry dwi restu hendra                        102154060
                   Tri karina febriani                                102154069
                    Irma rismayanti                                   102154084


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012
KERAPATAN POPULASI
A.  Tujuan
Menghitung kerapatan populasi tanah.
B.  Teori Dasar
Populasi didefinisikan sebagai kelompok kolektif organisme-organisme dari spesies yang sama (atau kelompok-kelompok lain dimana individu-individu dapat bertukar informasi genetik) yang menduduki ruang atau tempat tertentu. Untuk mengetahui struktur populasi, antara lain diperlukan informasi mengenai kerapatan populasi.
Kerapatan populasi adalah besarnya populasi dalam satuan ruang. Umumnya dinyatakan dalam jumlah individu atau biomasa populasi perasatuan areal atau volume, misalnya 100 pohon per hektar, 5 juta diatome per kubik air atau 2 kg ikan per meter persegi permukaan air. Biomasa dapat dinyatakan dalam dinyatakan dalam biomasa basah atau kering. Kerapatan dapat pula dinyatakan sebagai jumlah individu per waktu, misalnya jumlah burung yang terlihat per jam.
Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya bergantung pada jenis apa dari organisme yang terlibat, akan tetapi juga tergantung kepada jumlahnya dengan perkataan lain kerapatan populasinya.
Menghitung populasi dalam satu komunitas terdapat beberapa metoda, antara lain metoda menghitung langsung, kyadrat dan pit fall trap , tergantung pada jenis hewan dan komunitasnya. Pada praktikum kali ini akan dicoba menghitung jumlah hewan tanah, air dan hewan yang terbang.  
C.  Alat dan Bahan
Description: KERAPATAN POPULASI hewan tanah Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: KERAPATAN POPULASI hewan tanah

DISTRIBUSI HEWAN TANAH SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL

By Unknown | At 1/20/2013 11:22:00 PM | Label : , | 0 Comments


DISTRIBUSI HEWAN TANAH

SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Praktikum Ekologi Hewan









penulis :
                                Ferry Dwi Restu Hendra     






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012

A.  Judul

Distribusi Hewan Tanah Secara Vertikal dan Horizontal
 
   B.     Tujuan
Mengetahui Distribusi Hewan Tanah Secara Vertikal dan Horizontal
  C.    Landasan Teori
            Dalam komunitashewan juga melakuakn penyeaberan, dapat seragam, acak, atau berkelompok, baik distribusi horizonta maupun vertikal. Distribsi ini berkaitan dengan kondisis lingkungannya,  seperti ketersediaan pangan, atau adanyapembatas berupa faktor fisik lanya. Untuk mengetahi hal tersebut, dapat dilakukan identifikasi struktur spesies dan perhitungn indeks kesamaan. 
            Hewan tanah adalah hewan yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang hidup di dalam tanah. Tanah itu sendiri adalah suatatu bentangan alam yang tersusun dari bahan-bahan mineral yang merupakan hasil proses pelapukan batu-batuan dan bahan organic yang terdiri dari organisme tanah dan hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan lainnya. Jelaslah bahwa hewan tanah merupakan bagian dari ekosistem tanah. Dengan denikian, kehidupan hewan tanah sangat di tentukan oleh faktor fisika-kimia tanah, karena itu dalam mempelajari ekologi hewan tanah faktor fisika-kimia tanah selalu diukur.
Pengukuran faktor fisika-kimia tanah dapat di lakukan langsung di lapangan dan ada pula yang hanya dapat diukur di laboraturium.
            Distribusi vertikal dengan cara menggali tanah sedalam 10cm, 20cm, dan 30 cm, dimana nantunya dijumpai hewan yang berada pada kedalaman tanah tersebut. Distribusi secara horizontal dengan menggunakan jebakan berupa alt seerhana dengan idalmnyadisimpan formalin. Nantinyahewan yang sedang berkeliaran dapat terjebak didalamnya.
D.    Alat dan Bahan
1.   Alat
a.         Baki
b.        Kantong plastik
Description: DISTRIBUSI HEWAN TANAH SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: DISTRIBUSI HEWAN TANAH SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL

Selasa, 15 Januari 2013

PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM

By Unknown | At 1/15/2013 05:03:00 PM | Label : , | 0 Comments


PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM

LAPORAN PRAKTIKUM
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekologi Hewan




penulis :


                 Ferry Dwi Restu Hendra 






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012




A.    TUJUAN
Dalam penyusunan laporan praktikum ini penulis mempunyai tujuan yaitu ingin mengidentifikasi ekosistem yang berada di sekitar halaman Universitas Siliwangi.
B.      LANDASAN TEORI
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Pada ekosistem terdapat satuan makhluk hidup dalam ekosistem diantaranya individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, biosfer. Komponen ekosistem meliputi kmponen biotik diantaranya: produsen, konsumen, pengurai. Serta komponen abiotik diantaranya: air, udara, tanah, suhu, kelembapan. Saling keterdantungan antara  komponen biotik  menimbulkan adanya suatu rantai makanan dan jaring jaring makanan. Serta ketergatungan antara komponen biotik dan abiotik dapat dilihat dari siklus carbon.

C.     ALAT DAN BAHAN
Description: PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM
Posting Lama ►
 

Blogger news

Attention...!!!

Ada yang baru nih... Apa..?
View this Status Via SM

Blogger templates

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Best Partner

Sumber : http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com

Copyright © 2012. Hidup Untuk Belajar - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz