Selasa, 15 Januari 2013

PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM



PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM

LAPORAN PRAKTIKUM
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekologi Hewan




penulis :


                 Ferry Dwi Restu Hendra 






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012




A.    TUJUAN
Dalam penyusunan laporan praktikum ini penulis mempunyai tujuan yaitu ingin mengidentifikasi ekosistem yang berada di sekitar halaman Universitas Siliwangi.
B.      LANDASAN TEORI
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Pada ekosistem terdapat satuan makhluk hidup dalam ekosistem diantaranya individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, biosfer. Komponen ekosistem meliputi kmponen biotik diantaranya: produsen, konsumen, pengurai. Serta komponen abiotik diantaranya: air, udara, tanah, suhu, kelembapan. Saling keterdantungan antara  komponen biotik  menimbulkan adanya suatu rantai makanan dan jaring jaring makanan. Serta ketergatungan antara komponen biotik dan abiotik dapat dilihat dari siklus carbon.

C.     ALAT DAN BAHAN
Read More >>
1.      Hygrometer
2.      Alat tulis
3.      camera
D.    langkah kerja
1.      meilih ekositem yang di amati
2.      catata atau kumpulkan makhluk hidup yang ditemui pada ekosistem tersebut kemudian identifikasi, baik secara kuantitatif maupu kualitatif
3.      mengukur  faktor abiotk meliputi : suhu, udara, kelembaban, air, kondisi tanah atau bahan organik
4.      buat struktur trofik tiap makhluk hidup yangdi temukan
5.      buat jaringan kehidupan, siklus amteri dan regulasi antar spesies dengan lingkungan serta tentukan peranana hewan yang ditemui dalam ekosistem tersebut
E.     HASIL PENGAMATAN
1.      Tabel hasil pengamatan ekosistem air di samping gedung serbaguna
Tanggal          : 25 September 2012
Jam                 : 08.40 am
Tempat           : di samping gedung serbaguna
Suhu               : 32 ̊ C
Kelembaban   : 70 %
Cuaca             : Mendung
Cahaya           : Mendung

              Nama Takson
Produsen
1.   Tanaman kangkung
Jumlah

Banyak  
Keterangan

Konsumen
1.      Herbivore
a.    Belalang
b.    Capung
c.    Ikan























2.      Carnivore

a.       Kadal













3.      Omnivore

4.      Pengurai

a.       Jamur




a.       Banyak
b.      Banyak
c.       Banyak






















Banyak








        


4






 



























      Struktur Rantai Makanan Yang Ada Di Samping Gedung Serbaguna
Perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu disebut rantai makanan. Berikut adalah rantai makana yang kelompok kami temukan


                                                          Pengurai
                                                               konsumen tingkat II


         Konsumen tingkat I


Produsen

Dari hasil kelompok kami bahwa disana terdapat suatu produsen  yaitu tanaman kangkung bersifat autrotrof yang mamapu memproduksi makanan, tanama itu dimaka oleh belalang karena tidak mampu menghasilkan makanan sendiri oleh karena itu memakan tumbuhan tersebut, belalang dimakan oleh kadal bila kadal mati maka akan di uraikan oleh bakteri atau tanaman pengurai.
3.      Struktur Jaring Jaring Makanan Yang Ada Di Samping Gedung Serbaguna
Pada hakikatnya, setiap makhluk hidup di dalam suatu ekosistem merupakan sumber materi dan energi bagi makhluk hidup lainnya. Suatu kenyataannya bahwa setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya. Akibat dari semua itu maka di dalam suatu ekosistem, rantai-rantai makanan itu akan saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Itulah sebabnya disebut jaring-jaring makanan.

                                                         Pengurai









                 
                                                              konsumen tingkat II








 










Konsumen tingkat I
                                                                                                        Dimakan
                dimakan
                                                    




Produsen

Produsen yang mampu menghasilkan makan sendiri akan di makan oleh konsumen tingkat satu berupa capung, belalang dan ikan. Belalang, capung serta ikan ikan yang berukuran kecil daat dimakan oleh kadal, kdal bila mati akan di uraikan oleh jamur atau bakteri tertentu.
F.      PEMBAHASAN
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam ekosistem, komponen biotik dan abiotik merupakan komponen pokok ekositem yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan memiliki peran sendiri-sendiri yang saling berhubungan. Antara komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan saling mempengaruhi. Kedua komponen tersebut memiliki peran masing-masing yang saling mendukung.
Peran Komponen Biotik
1.       Produsen
Produsen adalah kelompok penghasil makanan. Peran komponen biotik ini adalah menyediakan makanan atau sumber makanan bagi konsumen tingkat I. Produsen ini umumnya merupakan kelompok tumbuhan hijau.
2.      Konsumen
Konsumen merupakan kelompok pemberi yang secara langsung dan tidak langsung menggunakan hasil dari produsen makanan bagi konsumen tingkat berikutnya. Konsumen juga berperan sebagai penyeimbang populasi dalam lingkungan.
3.  Pengurai (dekomposer)
Pengurai merupakan kelompok pengurai sisa-sisa sampah makhluk hidup, atau makhluk hidup yang mati. (pemecah zat organik atau anorganik). Zat yang telah diurai dikembalikan ke tanah atau lingkungannya lagi. Peran dekomposer dalam lingkungan adalah menghancurkan, makhluk hidup atau tumbuhan yang telah mati dan dikembalikan ke tanah. Coba bayangkan jika di dunia ini tidak ada dekomposer.
Perana Komponen Abiotik Dalam Kehidupan
1.      Suhu
Makhluk hidup memiliki suhu optimum untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini di sebabkan karena reaksi kimia dalam tubuh organisme dipengaruhi oleh kualitas suhu lingkungan. Pada umunya organisme senang hidup di tempat yang suhunya anatar 0º - 40ºC sebab pada suhu di atas 40ºC kebanyakan protein akan terurai dan rusak . adapun faktor-faktor yang mempengaruhi variasi suhu adalah lamanya penyinaran, kedudukan matahari terhadap bumi, dan cuaca.
2.      Cahaya Matahari
Cahaya matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena sinar matahari menentukan suhu. Cahaya matahari merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintensis. Tidak semua spektrum sinar matahari berguna unruk fotositensis, hanya spektrum merah, nila dan biru dibutuhkan dalam fotodintensis.
3.       Air
Air merupakan terhadap ekositem karena air dibutuhkan untuk kelasungan hidup organisme. Beberapa fungsi air adalah :
a.       Sebagai penyusun tubuh organisme.
b. Sebagai pelarut mineral-mineral.
c.  Sebagai media tempat kehidupan menghuni air.
d.      Sebagai habitat makhluk hidup menghuni air.
e.       Bagi tumbuhan air diperlukan untuk pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran      biji.
f.       Beberapa dalam proses fotosintensis.
g.      Mengabsorbsi temperatur dengan baik/mengatur temperatur di dalam tanaman.
h.      Menciptakan situasi temperatur yang konstan.
Perubahan kehidupan dari air ke darat pada beberapa organisme atau siklus hidup organisme selalu terbentuk pada cara mengatasi kekurangan air. Masalah lain yang dihadapai organisme darat di daerah kering adalah tanpa air tidak ada kehidupan dan sebaliknya, jika ada air maka akan ada kehidupan. Adapun sifat air terdiri atas :
1) Sifat Kimia Air
Kepekatan air berhubungan dengan salinitas air, karena bervariasinya garam mineral yang terlarut dalam air. Hal ini sangat mempengaruhi pola kehidupan organisme. Pola kehidupan organisme di air yang salinitasnya rendah sangat berbeda dengan pola kehidupan organisme di air yang salinitasnya tinggi.
 2) Sifat Jelek Air
Aliran air yang deras, suhu air yang tinggi dan banyaknya buih di perairan merupakan faktor pembatas bagi organisme perairan. Agar dapat mempertahankan hidupnya, organisme perairan harus dapat beradaptasi terhadap sifat fisik air tersebut
4.       Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya berbeda. Manusia dapat memanfaatkan tanah lebih besar dari pada organisme lain. Perlakuan manusia yang berlebihan pada tanah menyebabkan hilangnya kesuburan tanah dan tanah menjadi gersang. Tanah terbentuk dari proses penghancuran atau pelapukan dari batuan induk menjadi bentuk-bentuk berupa partikel yang sangat halus. Hujan, angin, suhu, aliran sungai, salju serta lumut kerak (Lichenes) merupakan faktor-faktor yang berperan dalam proses terjadinya tanah. Proses ini dikenal dengan istilah hancuran iklim.
Tanah tersusun atas bahan-bahan sebagai berikut :
a.       Mineral sebanyak 45%
b.      Bahan organik sebanyak 5%
c.        Air sebanyak 25%
d.       Udara sebanyak 25%
Bagi kehidupan tanaman, tanah dengan komponen penyusunnya yang menyatu berfungsi sebagai :
a.       Media tempat geraknya tanaman.
b.      Gudang unsur hara bagi keperluan nutrisi tanaman.
c.        Tempat persediaan air bagi tanaman
d.       Tempat persediaan oksigen dalam tanah
Pengaruh Bahan Organik Tehadap Tanah
Pemberian bahan organik ke dalam tanah memberikan dampak yang baik  terhadap tanah, tempat tumbuh tanaman. Tanaman akan memberikan respon yang positif apabila tempat tanaman tersebut tumbuh memberikan kondisi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Bahan organik yang ditambahkan ke dalam tanah menyediakan zat pengatur tumbuh tanaman yang memberikan keuntungan bagi pertumbuhan tanaman seperti vitamin, asam amino, auksin dan giberelin yang terbentuk melalui dekomposisi bahan organik. Bahan organik yang ditambahkan ke dalam tanah mengandung karbon yang tinggi. Pengaturan jumlah karbon di dalam tanah meningkatkan produktivitas tanaman dan keberlanjutan umur tanaman karena dapat meningkatkan kesuburan tanah dan penggunaan hara secara efisien. Selain itu juga perlu diperhatikan bahwa ketersediaan hara bagi tanaman tergantung pada tipe bahan yang termineralisasi dan hubungan antara karbon dan nutrisi lain (misalnya rasio antara C/N, C/P, dan C/S). Penggunaan bahan organik telah terbukti banyak meningkatkan pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian Duong et al. (2006) yang memberikan kompos berupa jerami pada tanaman padi sudah memberikan pengaruh setelah 30 hari diaplikasikan. Selain itu, juga ditemukan dampak positif lain seperti meningkatkan ketersediaan makro dan mikronutrien bagi tanaman. Bahan organik yang berasal dari sisa tanaman mengandung bermacam- macam unsur hara yang dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman jika telah mengalami dekomposisi dan mineralisasi. Sisa tanaman ini memiliki kandungan  unsur hara yang berbeda kualitasnya tergantung pada tingkat kemudahan dekomposisi serta mineralisasinya. Unsur hara yang terkandung dalam sisa bahan tanaman baru bisa dimanfaatkan kembali oleh tanaman apabila telah mengalami dekomposisi dan mineralisasi. Menurut Brady (1990), gula, protein sederhana adalah bahan yang mudah terdekomposisi, sedangkan lignin yang akan lambat terdekomposisi. Secara urutan, kemudahan bahan yang untuk terdekomposisi adalah sebagai berikut:
a.       Gula, zat pati, protein sederhana mudah terdekomposisi
b.      Protein kasar
c.       Hemiselulosa
d.      Selulosa
e.       Lemak
f.       Lignin, lemak.
5.      Ketinggian
Ketinggian suatu tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut. Ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.
6.       Angin
Angin berperan dalam menentukan kelembapan dan berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.
7.      Garis Lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara sah langsung menye babkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi.
Pengaruh Komponen Dalam Ekosistem
1. Pengaruh Komponen Abiotik Terhadap Komponen Abiotik
Banyak kasus di sekitar kita yang menunjukan bahwa komponen abiotik sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan yang ada di atasnya. Air, kelembapan udara, cahaya matahari, gaya gravitasi maupun suhu lingkaran merupakan komponen abiotik yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan organisme.
a. Pengaruh air terhadap organisme
Keberadaan air didalam setiap ekosistem sangat menetukan kelangsungan hidup semua organisme yang ada di dalamnya. Kandungan air di berbagai lingkungan berbeda. Oleh karena itu, pada kondisi lingkungan yang kandungan airnya berbeda akan ditemukan tumbuhan yang berbeda.
b. Pengaruh cahaya matahari terhadap organisme
Cahaya matahari merupakan sumber energi primer. Energi cahaya matahari oleh produsen atau tumbuhan hijau digunakan untuk fotositensis. Tanpa cahaya matahari, tumbuhan hijau tidak mungkin melakukan fotositensis. Itu berarti tidak mungkin tersedia makanan bagi tumbuhan maupun organisme lain. Selain itu, cahaya matahari juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan.
c. Pengaruh air terhadap tanaman dan tanah
Tanah merupakan medium yang porous. Dapat menahan air, dapat meneruskan sebagian yang berasal dari air hujan maupun air dalam tanah itu sendiri. Adanya suatu infiltrasi air dan gerakan air merupakan suatau faktor-faktor tertentu yang saling bekerja sama dengan kandungan air yang ada di dalam tanah dan tanah sebagai medium serta tanaman yang ada di atas tanah biasanya disebut transporasi atau evapotranspirasi. Permukaan bagian atas tanah yang diduduki tetapi tanaman dapat menguapkan air tanah lebih banyak lagi meskipun evaporasi
d. Pengaruh suhu terhadap tanaman
Temperatur tanaman selalu mengikuti sekeliling meskipun sering terjadi temperatur atmosfer lebih tinggi dari pada tanaman. Panas adalah bentuk energi kinetis yang dapat diubah dalam bentuk energi lain atau dapat ditularkan dari suatu benda ke banda lain. Penghantaran panas dapat terjadi dengan cara radiasi, konduksi, dan konveksi.
e. Pengaruh cahaya terhadap tanaman
Cahaya dalam hubungannya dengan proses pertumbuhan tanaman dapat mempunyai beberapa macam kegunaan antara lain :
1) Fotosintensis
2) Cahaya dalam hubungannya dengan klasifikasi tanaman
3) Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam tubuh tanaman. Misalnya, sintensis klorofil, kelakuan stomata dan sebagainya.
4) Transpirasi
2. Pengaruh Faktor Biotik Terhadap Abiotik
Cacing tanah sebagai faktor biotik memengaruhi kesuburan tanah. Cacing tanah adalah hewan tidak memiliki rangka dan berbentuk bulat panjang. Hewan tersebut mempunyai peranan yang besar dalam membantu menjaga kesuburan tanah. Cacing tanah biasa hidup di tanah yang basah atau di bawah pohon yang banyak mengandung humus, jejaknya di dalam tanah menyebabkan terbentuknya lubang yang menimbulkan rongga udara dalam tanah. Dari dalam lubang tempat tinggalnya itulah akan keluar gundukan tanah. Makanan cacing adalah sisa tumbuhan. Sisa tumbuhan tersebut akan dihancurkan dengan alat pencernaannya yang telah berkembang cukup baik. Berkat kerja cacing tanah, sisa tumbuhan dihancurkan. Dengan demikian pengaruh cacing tanah terhadap tanah amat jelas yaitu :
 a. Membantu menghacurkan sampah sehingga mengemblikan hara ke dalam tanah.
b. Menjadikan pengudaraan tanah menjadi lebih baik karena jejak cacing menyebabkan terbentuknya rongga udara dalam tanah
c. Menyuburkan dan menggemburkan tanah karena adanya oengudaraan dan pembongkaran sampah.
Banyak manfaat hewan bagi ekosistem diantaranya penyambunga rantai makanan yang ada di alam, bagi petani tikus merupakan musuh bagi petani, tapi dengan adanya ular sebagai pemakan tikus jadi para petani pemanpaatkan ular tersebut tetap hidup agar mampu memakan tikus tersebut.
G.       KESIMPULAN
Pada ekosistem terdapat komponen abiotik dan komponen non abiotik yang sangat berperan penting bagi kelngsungan hidup makhluk hidup. Untuk itu kita harus menjaga kelestarian alam agar alam mampu berperan baik dan optimal untuk kelngsungan hidup makhluk hidup.
     
    


DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.perananabiotik dan non abiotik.tersedia :

Wahyuaskari.pengaruh bahan oraganik terhadap tanaman. Tersedia :

Lilia kathy.2007. tersedia :

       Anonim.2007.rantai makana.tersedia :
 :http://andalasdejava.files.wordpress.com/2007/08/rantaian makanan.gif

Description: PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM Rating: 4.5 Reviewer: Ferry Dwi - ItemReviewed: PERANAN HEWAN DALAM EKOSITEM

0 komentar:

Poskan Komentar

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogger news

Attention...!!!

Ada yang baru nih... Apa..?
View this Status Via SM

Blogger templates

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Best Partner

Sumber : http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com

Copyright © 2012. Hidup Untuk Belajar - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz