Selasa, 15 Januari 2013

PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN FERMENTASI RAGI


FERMENTASI RAGI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum
 Fisiologi Tumbuhan

                                                          


                                                                    Penulis :

       Ferry Dwi Restu Hendra       








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012


FERMENTASI RAGI
  1.    . Tujuan
Menentukan zat apa yang dihasilkan pada proses fermentasi ragi
  1.     Landasan Teori
Pada awalnya produk metabolisme jasad renik berasal dari reaksi kimia dalam lintasan metabolisme jasad renik, dan dari situ mereka mendapat energi. Misalnya, lintasan glikolisa etanol untuk menghasilkan minuman alkohol, karbondioksida untuk membuat roti mengembang, dan asam laktat untuk pengawet makanan asam organik lain, seperti asam-asam asetat, propionat, dan sitrat, barulah bisa diketahui sebagai hasil metabolisme jasad renik menjelang abad ke-19. Dan pada awal ke-20 bahan-bahan organik lain ditemukan sebagai hasil metabolisme energi mikroba.
Kebanyakan mikroba yang melakukan metabolisme secara anaerobik dapat menghasilkan etanol. Tetapi banyak diantaranya yang tidak dapat menghasilkan banyak alkohol, karena kebanyakan diantaranya tidak dapat toleran terhadap efek beracun alkohol pada membran sel.
Namun beberapa mikroba dapat menimbun alkohol dalam konsentrasi tinggi. Menurut sejarah, mikroba yang banyak dipakai untuk ini adalah ragi, Saccharomyces cerevisiae, yang dapat memproduksi etanol dengan konsentrasi sebesar 18% dari cairan fermentasi. Ragi ini dapat berbiak, baik dalam gula sederhana seperti glukosa, maupun dalam gula disakarida, yaitu sukrosa atau gula pasir.
Saccharomyces cerevisiae pada umumnya juga dikenal aman sebagai bahan makanan tambahan yang dikonsumsi manusia, karena itu ideal untuk memproduksi minuman yang mengandung alkohol, dan untuk membuat adonan roti.
Adakalanya pembebasan energi terjadi tanpa peran oksigen bebas. Salah satu contoh adalah fermentasi oleh ragi dalam proses pemecahan karbohidrat.
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.
Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6                      2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan : 118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai :
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
  1. Alat dan Bahan
1.      Alat :
a.       Sumbat gabus / karet
b.      Pipa kaca berlubang huruf U dan L
c.       Tabung erlemeyer
d.      Beaker glass
e.       Pengaduk
f.       Pipet
g.      Thermometer 
2.      Bahan :
a.       Glukosa / sukrosa (10 gram)
b.      Aquadest (100 ml)
c.       Air kapur / Ca(OH)2
d.      Phenolpthealin
e.       Ragi (3 gram)
  1. Cara Kerja
1.      Merebus aquadest sebanyak 100 cc = 100 ml sampai suhu 50°C.
2.      Melarutkan 10 gram glukosa ke dalam 100 cc air, kemudian memasukkan ragi sebanyak  ± 3 gram setelah air sampai pada suhu 38°C.
3.      Memasukkan larutan di atas ke dalam tabung A dan pada tabung B memasukkan larutan kapur dan beberapa tetes phenolptealin.
4.      Menyusun perangkat alat seperti pada contoh.
5.      Mengamati keadaan pada tabung A dan tabung B.
  1.       Hasil Pengamatan
Gambar 1.1

Gambar 1.2
Gelembung gas
 

Gambar 1.3
Gelembung – gelembung  busa
 

                                                  Gambar 1.4                    
Gelembung gas
 

Gambar 1.5
Gambar 1.6
Gelembung – gelembung  busa
 

Gambar 1.7
  1. Pembahasan
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.
Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6                       2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan : 118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai :
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

Dari hasil praktikum bahwa Setelah dilakukan  percobaan pada kedua tabung tersebut terjadi suatu reaksi dari ragi yang dicampur dengan glukosa. Pada tabung A terjadi reaksi yang mengakibatkan terdapatnya gelembung-gelembung busa yang semakin lama semakin mengembang dan memenuhiruang tabung A. Gelembung - gelembung busa yang semakin mengembangkan tersebut mengakibatkan larutan glukosa semakin berkurang. Pada tabung B terjadi gelembung-gelembung gas pada air kapur yang semakin lama semakin cepat prosesnya, dan air kapur yang terdapat dalam tabung B volumenya tetap juga terdapat perubahan warna yang awal mulanya berwarna merah muda lama kelamaan menjadi bening dan keputihan.
Pada awal suhunya adalah 50°C, setela itu temperatur di dimakan sehinga menurun menjadi 38°C. hal ini dilakukan karena mikro organisme tersebut tidak dapat hidup dalam suhu 50 °C  ke atas. Mikroorganisme mempunyai temperatur maksimal, optimal, dan minimal untuk pertumbuhannya. Temperatur optimal untuk yeast berkisar antara 25-30 °C dan temperatur maksimal antara 35-47 °C.
Reaksi yang terjadi pada larutan air kapur yang telah ditetesi phenolpthealin yang teramati diakhir percobaan adalah larutan yang semula berwarna merah muda menjadi bening. Air kapur berfungsi untuk mengikat CO2. Larutan pada botol A berbau asam seperti bau tapai yang disebabkan oleh C2H5OH.  Hal ini terjadi karena adanya reaksi Reaksi Ca(OH)
Ca(OH)2+CO2                                          CaCO3+H2O

  1. Kesimpulan 
Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh jamur dan bakteri yang berlangsung dalam keadaan anaerob (tidak memerlukan oksigen dari udara bebas) dengan bantuan enzim. Selain itu fermentasi juga berarti pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.
Setelah terjadinya reaksi  fermentasi pada tabung A terdapat bau yang bila di cium baunya seperti bauu tapai, ini berasal dari tabung B yag melakukan proses fermentasi.












DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2011). Fermentasi. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi. [15 januari 2013]

Melvina Valencia. [2002]. Fermantasi Ragi. Online tersedia di :
[15 januari 2013]

Meirisda Delatina. [2011]. Fermentasi. Online tersedia di:
 [15 januari 2013]



Description: PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN FERMENTASI RAGI Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN FERMENTASI RAGI

0 komentar:

Poskan Komentar

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogger news

Attention...!!!

Ada yang baru nih... Apa..?
View this Status Via SM

Blogger templates

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Best Partner

Sumber : http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com

Copyright © 2012. Hidup Untuk Belajar - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz