Selasa, 15 Januari 2013

LAPORAN PRAKTIKUM TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN



TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum
 Fisiologi Tumbuhan





                                                          


                                                                Penulis :

                                                       Ferry Dwi Restu Hendra       










PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2012
A.      Judul : Transpirasi pada tumbuhan
B.       Tujuan
Untuk mengetahui bahwa kecepatan penguapan air dari daun dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
C.      Landasan Teori
Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangna tersebut sangat kecil dibanding dengan yang hilang melalui stomata.
Sebagian besar dari air, sekitar 99 persen, yang masuk kedalam tumbuhan meninggalkan daun dan batang sebagai uap air. Proses tersebut dinamakan transpirasi. Sebagian besar dari jaringan yang terdapat dalam daun secara langsung terlibat dalam transpirasi. Pada waktu transpirasi, air menguap dari permukaan sel palisade dan mesofil bunga karang ke dalam ruang antar sel. Dari ruang tersebut uap air berdifusi melalui stomata ke udara. Air yang hilang dari dinding sel basah ini diisi air dan protoplas. Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Ada dua tipe transpirasi yaitu :
Read More >>
       1.     Transpirasi kutikula yaitu evaporasi air yang terjadi secara langsung melalui kutikula epidermis.
      2.    Transpirasi stomata yang dalam hal ini kehilangan air berlangsung melalui stomata. Hampir 97% air dari tanaman hilang melalui transpirasi stomata. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 % atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melalui stomata.
   Transpirasi di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal.
  Faktor eksternal meliputi cahaya, kelembapan dan suhu. Sedangkan faktor intenal meliputi penutupan stomata, jumlah dan ukuran stomata, tebal dan tipisnya daun, ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun, dan penggulungan atau pelipatan daun.

D.      Alat dan Bahan
1.      Alat :
a.    Fotometer
b.    Hygrometer
c.    Statip
d.   Ember
e.    Pisau
2.      Bahan :
a.    Air
b.    Batang Jambu

E.       Langkah Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Menyiapkan rangkaian fotometer
3.      Fotometer di isi dengan air hingga seluruh ruangan terisi dengan air, yaitu dengan cara menyelupkan fotometer kedalam air serta menunggu hingga ruangan fotometer penuh,kemudian usahakan tidak ada air yang menetes.
4.      Mengisi ember dengan air, lalu memotong tangkai daun, setelah itu langsung di masukan kedalam ember yang telah diisi air.
5.      Memasukkan tangkai daun kedalam lubang fotometer.
6.      Setelah itu ujung fotometer ditutup dengan jari kemudian mengangkat fotometer untuk di tempatkan di tempat teduh dan yang terkena sinar matahari.
7.      Pipa fotometer disimpan ditempat yang teduh, lalu mencatat perpindahan batas air, besaran  penguapan dihitung setiap 5 menit sekali, kemudian mengukur suhu serta kelembapan dengan hygrometer yang telah diletakkan sebelumnya ditempat yang teduh.
8.      Setelah 25 menit pindahkan pipa fotometer pada tempat yang mendapat sinar matahari lalu mencatat perpindahan batas air, kemudian mengukur suhu serta kelembapan dengan hygrometer yang telah disimpan ditempat yang mendapat cahaya matahari.
9.      Membuat table hasil pengamatan.

F.       Hasil pengamatan


 





 



Gambar 1.1 di tempat Teduh dalam waktu 25 menit



 




 



Gambar1.2 di tempat Terang dalam waktu 25 menit






1.    Tabel hasil pengamatan Di tempat yang Teduh :














      0,0 + 0,0 + 0,0 + 0,0 + 0,01 = 0.01  =0,016
                                         
                          5
Maka rata-rata tiap menit = 0,01 =0,00008 ml
                                              25

2.    Tabel hasil pengamatan Di tempat yang Terang :




      0,01 + 0,0 1+ 0,01 + 0,01 + 0,01 = 0.01 
                                         
                          5
Maka rata-rata tiap menit = 0,01 =0,0004 ml
                                              25
G. Pembahasan
       Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Ada dua tipe transpirasi yaitu :
1. Transpirasi kutikula yaitu evaporasi air yang terjadi secara langsung melalui  kutikula epidermis
2.  Transpirasi stomata yang dalam hal ini kehilangan air berlangsung melalui stomata. Hampir 97% air dari tanaman hilang melalui transpirasi stomata. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 % atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melalui stomata.
       Selanjutnya juga disebutkan proses transpirasi merupakan proses pelepasan molekul-molekul air dari daun melalui stomata yang disebabkan oleh terjadinya pemanasan permukaan daun oleh cahaya matahari. Sebagian dari energy cahaya matahari akan diserap oleh tumbuhan, terutama membantu reaksi terang pada proses fotosintesis. Namun sebagian energi cahaya matahari jika tidak dilepaskan justru akan meningkatkan suhu tumbuhan, terutama pada bagian daun yang umumnya berstruktur tipis. Hal ini tentunya akan membahayakan bagi keberlangsungan proses metabolismenya bahkan dapat merusak komponen-komponen penyusunnya dan enzim yang relative sensitif. Maka untuk menetralisir suhu yang berlebihan, daun melakukan mekanisme pelepasan molekul-molekul air ke udara melalui stomata. Energi cahaya matahari yang diterima daun sebagian akan dipakai untuk meningkatkan energi kinetik molekul-molekul air, sehingga molekul air tersebut bisa lepas ke udara bersama energi panas tersebut (dibutuhkan 580 kalori untuk menguapkan 1 gram air) sedangkan air yang masih tertinggal masih relatif dingin.
Mekanisme membuka dan menutupnya stoma berdasarkan suatu perubahan turgor, dan perubahan turgor itu adalah akibat dari perubahan nilai osmosis dari isi sel-sel penutup. Pada proses transpirasi  Suhu sangat mempengaruhi tekanan turgor daun dan secara otomatis dapat mempengaruhi pembukaan stomata sedangkan kelembaban yaitu bila daun mempunyai kandungan air yang cukup dan stomata terbuka, sehingga tekanan turgor meningkat, maka laju transpirasi bergantung pada selisih antara konsentrasi molekul uap air di dalam rongga antar sel di daun dengan kensentrasi molekul uap air di udara.
       Adapun Faktor yang mempengaruhi transpirasi, yaitu faktor internal dan eksternal.
1.                     Faktor internal meliputi :
a.       Penutupan Stomata
Dengan terbukanya stomata lebih lebar, air yang hilang lebih banyak tetapi peningkatan kehilangan air lebih sedikit untuk masing-masing satuan penambahan pelebaran stomata. Banyak faktor yang mempengaruhi pembukaan dan penutupan stomata, yang paling berpengaruh adalah tingkat cahaya dan kelembaban. Pada tingkat kelembaban dalam daun yang rendah, sel-sel pengawal kehilangan turgornya mengakibatkan penutupan stomata.  
Pada tingkat cahaya menyebabkan stomata membuka. Hal ini dikarenakan cahaya merangsang pembukaan stomata. Cahaya juga mempercepat transpirasi melalui pemanasan daun. Stomata tumbuhan pada umumnya membuka saat matahari terbit dan menutup saat hari gelap.
Pada tingkat kelembaban dalam daun yang rendah, sel-sel pengawal kehilangan turgornya mengakibatkan penutupan stomata.

                   b.      Jumlah dan Ukuran Stomata
Banyaknya stomata pada tanaman berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies yang lain. Pada tanaman darat, umumnya stoma terdapat pada permukaan bawah daun. Biasanya, stoma berbenuk oval degan diameter 6 µ sampai 8 µ, dan luas kira-kira 90 µ2. pada beberapa tanaman, stoma terdapat pada permukaan atas dan bawah daun.
Kebanyakan daun tanaman yang produktif mempunyai banyak stomata pada kedua sisi daunnya. Jumlah dan ukuran stomata yang dipengaruhi oleh genotif dan lingkungan.
               c.         Tebal  atau tipisnya daun
              d.      Ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun        
              e. jumlah Daun
            Makin luas daerah permukaan daun, makin besar transpirasi
f.                                 Penggulungan atau Pelipatan Daun
      1.      Faktor eksternal meliputi :
a.       Kelembapan
Pada hari cerah udara tidak banyak mengandung uap air. Di dalam keadaan yang demikian itu, tekanan uap di dalam daun jauh lebih tinggi dari pada tekanan uap di luar daun, atau dengan kata lain ruang di dalam daun itu jauh lebih penuh akan uap air dari pada udara di luar daun, jadi molekul-molekul air berdifusi dari konsentrasi yang tinggi (di dalam daun) ke konsentrasi yang rendah (di luar daun). Dan  jika pada suatu hari di udara banyak awan maka kebasahan antara bumi dengan awan itu sangat tinggi.
Dengan demikian maka perbedaan kebasahan udara didalam dan di luar daun tidak jauh berbeda keadaan yang demikian ini tidak melancarkan berdifusinya uap air dari dalam daun ke luar daun. Jadi udara yang basah menghambat transpirasi, sedangkan udara yang kering melancarkan transpirasi. Bila daun mempunyai kandungan air yang cukup dan stomata terbuka, maka laju transpirasi bergantung pada selisih antara konsentrasi molekul uap air di dalam rongga antar sel di daun dengan konsentrasi molekul uap air di udara.
b.       Suhu
Jelas suhu sangat berpengaruh Pengaruh pada proses transpirasi, ini dikarenakan semakin tinggi suhu maka semakin cepat pula proses transpiras. suhu terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu di dalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun. Kenaikan suhu menambah tekanan uap di dalam daun. Akibat dari pada perbedaan tekanan ini, maka uap air mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Kenaikan suhu dari 180 sampai 200 F cenderung untuk meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Dalam hal ini akan sangat mempengaruhi tekanan turgor daun dan secara otomatis mempengaruhi pembukaan stomata.

c.       Cahaya 
Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara pertama cahaya akan mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi aktifitas transpirasi dan yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-tutupnya stomata. Stomata merupakan bagian  dari jaringan epidermis pada daun yang berfungsi sebagai organ transpirasi dan fotosintesis. Daun yang mempunyai stomata di kedua permukaan disebut daun amfistomatik, sedangkan apabila memiliki stomata yang hanya terdapat di permukaan atas saja disebut daun epistomatik, dan sebaliknya apabila mempunyai stomata yang hanya terdapat pada permukaan bawah saja disebut daun hipostomatik. Adapun  letak stomata paling banyak terdapat di permukaan bawah daun, karena untuk mengurangi proses penguapan air.

H.      Kesimpulan
    Berdasarkan hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa batang tanaman jambu yang di simpan di tempat terang penguapan airnya lebih cepat dibandingkan dengan batang tanaman jambu yang di simpan di tempat yang teduh. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor eksternal maupun faktor internal.
Kecepatann proses transpirasi disebabkan karena faktor internal dan ksternal. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi kecepatan transpirasi antara lain adalah suhu, kelembaban, dan cahaya yang menyebabkan membuka dan menutupnya stomata. Sedangkan faktor internal antara lain adalah penutupan stomata, jumlah dan ukuran stomata, tebal  atau tipisnya daun, Ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun dan penggulungan atau pelipatan daun. Faktor eksternal sangat berpengaruh pada proses transpirasi, jika keadaan suhu di luar sel lebih rendah dari pada di dlama sel dan jika kelembapan di dalam sel lebih lembab dari pada diluar sel maka proses transpirasi akan terhambat.


























DAFTAR PUSTAKA
        Anonim. (2009) Sistem Transportasi dan Transpirasi dalam Tanaman. [online]. Tersedia di : http://www.indoforum.org/showthread.php?t=34436. [7 Mei 2012].

Anonim. (2012) Pengaruh Faktor Lingkungan.  [online]. Tersedia di : http://naturelovers-biomuli.blogspot.com/2012/04/pengaruh-faktor-lingkungan-terhadap.html.[ 22 0ktober 2012].

Salisbury, Frank B dan Ross. (1955). Fisiologi tumbuhan jilid 2. Bandung : ITB.





Description: LAPORAN PRAKTIKUM TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN Rating: 4.5 Reviewer: Ferry Dwi - ItemReviewed: LAPORAN PRAKTIKUM TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN

0 komentar:

Poskan Komentar

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogger news

Attention...!!!

Ada yang baru nih... Apa..?
View this Status Via SM

Blogger templates

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Best Partner

Sumber : http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com

Copyright © 2012. Hidup Untuk Belajar - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz