Sabtu, 05 Oktober 2013

Difusi

DIFUSI
A.      Tujuan Praktikum
Membandingkan kecepatan difusi CuSO4 pada berbagai berat.
B.       Landasan Teori
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana, difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein, dan difusi difasilitasi
Difusi melalui membran berlangsung karena molekul-molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya.
 Sementara itu, molekul molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam garam mineral, tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transporter dinamakan difusi difasilitasi, yaitu pelaluan zat melalui rnembran plasma yang melibatkan protein pembawa atau protein transporter. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memiliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul yang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki protein transporter yang khusus, misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transporter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel. Protein transporter untuk glukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel lemak dan sel-sel hati, karena sel – sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.

C.       Alat dan bahan
1.      Alat
a.    Timbangan
b.    Tabung reaksi (3 buah)
c.    Gelas ukur
2.      Bahan
a.       Kristal CuSO4
b.      Aquadest.

D.      Cara kerja
a.    Menimbang kristal CuSO4 sebanyak 0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr, kemudian memasukannya kedalam tabung reaksi I, II, III.
b.    Memasukan aquadest sebanyak 20 ml kedalam tabung reaksi I, tabung reaksi II, tabung reaksi III secara bersamaan.
c.    Diamkanselama praktikum berlangsung
d.   Membandingkan ketiga tabung reaksi tersebut.

E.       Hasil Pengamatan
No
Gambar
Keterangan
1.
 
  



3 buah tabung reaksi yang telah dimasukan  Kristal CuSO4 sebanyak 0,5 gr, 1 gr, dan 1,5 gr.


2.
 3 buah tabung reaksi yang telah dicampur dengan CuSO4 dan aquadest sebanyak 20 ml. dari ketiga tabung reaksi tersebut yang paling banyak terdapat gelembung yaitu pada tabung no 3.

F.        Pembahasan
Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophobic atau tidak berpolar/berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari phospholipids. Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP(Adenosine Tri-Phosphate).
Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur kepada partikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karena partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma dengan mudah. Protein-protein yang turut campur dalam difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu
1.    Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
2.    Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
3.    Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
4.    Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
5.    Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.
G.      Kesimpulan
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa dari ketiga tabung reaksi dengan jumlah CuSO4 yang berbeda, yang paling cepat berdifusi adalah tabung reaksi yang ketiga dengan jumlah CuSO4 sebanyak 1,5 gram.




DAFTAR PUSTAKA
Liasa. 2011. Osmosis. [online]. Tersedia :  http://bio-lyasaosmosis.blogspot.com/2011/03/osmosis.html.  [ 18 maret 2013 ].
Setyawan jaka. 2012. Laporan Praktikum Difusi dan Osmosis. [online].Tersedia:http://jakasetyawan.wordpress.com/2012/08/27/laporan-praktikum-difusi-dan-osmosis/. [ 18 mare 2013 ]
Moeluzi. 2012. Laoran Praktikum Osmosis. [online]. Tersedia : http://moeluzie.blogspot.com/2012/06/laporan-praktikum-osmosis.html. [ 18 maret 2013 ].
 


Description: Difusi Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Difusi

0 komentar:

Poskan Komentar

:k1 :k2 :k3 :k4 :k5 :k6 :k7 :k8 :k9 :a1 :a2 :a3 :a4 :a5 :a6 :a7 :a8 :a9


Posting Lama ►
 

Blogger news

Attention...!!!

Ada yang baru nih... Apa..?
View this Status Via SM

Blogger templates

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Best Partner

Sumber : http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com

Copyright © 2012. Hidup Untuk Belajar - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz